UMGo Gelar Pemilihan Putra – Putri Pencerahan Tahun 2018

Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM Go), menyelenggarakan Pemilihan Putra Puteri Pencerahan tahun 2018, Senin (10/12)di Gedung Indoor David Bobihoe.

Kegiatan tersebut bertemakan, “Adat bersendikan syara, syara’ bersendikan Kitabullah”, yang diikuti utusan putra puteri Prodi-prodi yang ada di Fakultas UMGo.

“Tahun 2017 pemilihan putra – putri kampus ini sempat vakum, oleh karena itu mengingat kegiatan ini sangat penting sehingga tahun ini diselenggarakan” kata
Rektor Universitas Muhamadiyah Gorontalo , Dr.dr.H. Muhammad Isman Yusuf Sp.S, saat memberikan sambutannya.

Lanjutnya, kegiatan ini sangat penting dan perlu diadakan, karena ini bisa meningkatkan kinerja dan memotivasi mahasiswa untuk berbuat bagi kemajuan kampus dan bangsa dan negara ini.

Ia mengungkapkan ajang seperti ini, seperti ajang nou dan uti bagi skala kabupaten Gorontalo, Mis Indonesia untuk skala Nasional dan Mis Universe untuk skala Internasional.

“Ini semacam ajang nou dan uti untuk kabupaten, dan kalau skala dunia mis universe, biasanya baik nasional dan internasioanal ad 3 B, singkatan dari “beauty” (alias kecantikan), “brain” (alias kepandaian) dan “behaviour” (alias perilaku).
Itu sama saja kita mencari putra putri unggul ,yang tidak hanya cerdas atau smart ,tentu juga islamiyah dan berakhlak mulia dan memiliki atitude yang baik pula” Jelas Rektor.

” Untuk itu hasil juara dari ajang ini, semoga bisa jadi contoh terdepan bagi mahasiswa lain dalam proses kuliah, aksi sosial, dan keagamawan. Dan kami sangat mendorong agar mahasiswa , bisa berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya” Tuturnya.

Orang nomor satu dikampus pencerahan UMGo ini juga berharap penuh, melalui tangan juri yang berkompeten, dapat melahirkan juara yang unggul, ilmiah, dan akhlaqiyah.

Hadiri Munas Pengelolaan Asrama Mahasiswa PTMA – Kepala LP2AIK : Pengalaman Berharga Kelola Asrama Mahasiswa

KAMPUS PENCERAHAN – Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) merupakan bagian yang  penting dan tidak terpisahkan dari gerakan dakwah Muhammadiyah. Bahkan PTMA merupakan salah satu wahana penyemaian kader persyarikatan dan kader umat yang akan menjunjung dan melaksanakan misi dan cita-cita Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Cita-cita luhur ini telah menjadi keyakinan dan keinginan Muhammadiyah sejak didirikan dan akan terus bergaung untuk menjadikannya lebih berarti bagi Republik Indonesia agar menjadi negara yang tenteram, maju, bermartabat dan sejahtera. Keberadaan Asosiasi Pengelola Asrama (ASLAMA) PTMA yang telah berdiri 3 tahun yang lalu diharapkan dapat mengayunkan langkah kaki bersama mengemban tugas dan amanah bersama seluruh asrama PTMA.

Kaitan dengan itu, maka peran dan fungsinya, maka ASLAMA bersama Majelis Dikti PP Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung selama tiga hari 23 – 26 November 2018 bertempat di Hotel Gets Semarang dengan mengundang seluruh direktur/mudir/kepala asrama PTMA se-Indonesia.

Agenda penting dalam Rakor ini adalah memantapkan pengelolaan asrama dalam hal leadership dan kurikulum untuk bagi pengembangan kader persyarikatan. Rakor ini juga digunakan untuk melaksanakan proses regenerasi dan restrukturisasi pada kepemimpinan ASLAMA ke depan.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua ASLAMA, Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A., serta dilanjutkan dengan pengarahan yang disampaikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM Go) yang ambil bagian pada kegiatan tersebut, diwakili Kepala LP2AIK Drs. Ad Mahmudy Irdja, MM. Menurut Ad Mahmudy, kegiatan munas ini sangat penting, tidak hanya sekedar memilih pengurus ASLAMA yang baru, tapi juga pemberian materi yang pada dasarnya menjadi pengalaman dalam pengelolaan asrama kedepan.

“Banyak hal yang didapat, bukan hanya memilih pengurus, tapi juga pemberian materi maupun sharing pengalaman dari PTM yang telah memiliki asrama,” imbuh Ad Mahmudy.

Dikatakan Ad Mahmudy, dari kegiatan tersebut dijelaskan bagaimana cara mengelola asrama, dimana pengelolaannya dijadikan wadah pengkaderan, karena disadari bahwasanya kader Muhammadiyah masih kurang menonjol di level nasional.

“Jadi kedepan bagaimana asrama tidak hanya untuk hunian mahasiswa, tapi juga menjadi pesantren, sehingga kedepan kader-kader Muhammadiyah tidak langka perannya di tingkat nasional,” paparnya.

Khusus UM Go, yang kini asramanya tengah dalam proses pembangunan, Ad Mahmudy mengatakan tentu dari sekarang perlu adanya manajemen dalam mempersiapkan pengelolaan asrama nantinya.

“Tentu banyak harus dipersiapkan, mulai dari manajemennya, struktur, panduan dan aturan main yang berlaku dalam pengelolaan asrama, dimana kesemuanya memiliki syarat – syarat khusus yang harus dipenuhi,” tukasnya.

Terkait dengan itu, Ad Mahmudy mengatakan dirinya akan segera melaporkan secara tertulis hasil dari munas pengeloloaan asrama mahasiswa PTMA se Indonesia ini kepada pimpinan dalam hal ini Rektor guna mendapatkan petunjuk untuk tindaklanjut kedepan terkait pengelolaan asrama di UM Go.

Program Beasiswa Pascasarjana Australia Awards Scholarships – Periode Aplikasi 2015/ 16

Dalam rangka kerjasama pembangunan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk mencapai pembangunan Negara Indonesia yang demokratis, aman dan makmur, Pemerintah Australia melalui DFAT (the Department Foreign Affair and Trade) setiap tahunnya menyediakan beasiswa pascasarjana – Australia Awards Scholarships untuk para pegawai negeri sipil, tenaga – tenaga LSM Indonesia, dosen perguruan tinggi negeri dan swasta, dan perorangan untuk mengikuti program pascasarjana (Master dan Doktor) di institusi-institusi terkemuka di Australia.

Terkait hal di atas kami informasikan bahwa untuk periode aplikasi tahun 2015/16 proses pendaftaran untuk mengikuti program ini akan dibuka pada 1 Feb s/d 30 April 2015 .

Jabatan Akademik Dosen dan Wajib Serdos

Jabatan Akademik Dosen dan Wajib Serdos

Pengertian Serdos (Sertifikasi Dosen):
Menurut PP dosen pasal 1 item 4 dan 5:
– Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen
– Sertifikat Pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional
Kewajiban Serdos terdapat di :
UU no. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 45
PP no. 37 tahun 2009 tentang dosen pasal 2
Bunyinya :
Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, SERTIFIKAT PENDIDIK, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan Satuan Pendidikan Tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Deadline Serdos:
PP no. 37 tahun 2009 tentang dosen pasal 43 ayat 3
Permendiknas no. 47 tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen pasal 10
Bunyinya:
Dosen yang pada saat PP dosen ditetapkan (tgl 26 Mei 2009) telah berstatus dosen tetap dalam jabatan yang bukan Guru Besar atau Profesor, dalam janka waktu 6 (enam) tahun ( tgl 26 Mei 2015 )sudah harus mengikuti Serdos.
Sedangkan bagi yang sampai deadline belum cukup 2 tahun diangkat menjadi dosen tetap, belum wajib memiliki sertifikat pada tgl 26 Mei 2015.
Sanksinya terdapat di :
PP dosen pasal 1
a. Dialihtugaskan ke pekerjaan tenaga kependidikan yang tidak mempersyaratkan kualifikasi dan kompetensi.
b. Diberhentikan tunjangan fungsional, atau subsidi tunjangan fungsional dan tunjangan khususnya
c. Diberhentikan dari jabatan sebagai dosen
Persyaratan Peserta yang eligible mengikuti Serdos terdapat di:
UU Guru dan Dosen pasal 47
PP Dosen pasal 3
Permendiknas no. 47 tahun 2009 pasal 2
a. Memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2/setara
b. Memiliki pengalaman kerja sedikitnya 2 (dua) tahun berturut-turut sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi tempat ybs  bertugas saat diusulkan
c. Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya ASISTEN AHLI
d. Lulus sertifikasi yang diselenggarakan PTP-Serdos
Ditambah lagi oleh pedoman serdos (dibenarkan, karena Permendiknas no. 47/2009 pasal 13 menjelaskan pelaksanaan Serdos mengacu pada Pedoman yang ditetapkan Dirjen Dikti)
e. Berstatus dosen tetap di PTN atau DPK Kopertis atau Dosen tetap yayasan yang telah mendapat inpassing dari pejabat berwenang
f. Telah melaksanakan tridharma PT dengan beban kerja sekurang-kurangnya 12 (dua belas) sks setiap semester, bila memiliki tugas tambahan sebagai pimpinan PT wajib melaksanakan BKD sekurang-kurangnya 3 sks tiap semester.
g. Bagi yang selesai melaksanakan tugas belajar dapat diikutkan serdos apabila telah diaktifkan kembali oleh pejabat yang berwenang dan telah aktif mengajar sedikitnya 5 (lima) kali pada kelompok yang sama yang akan diminta menilai kinerjanya sesuai instrumen persepsional mahasiswa
h. Dalam jangka waktu 5 tahun setelah berlaku PP dosen bagi dosen yang belum S2 dapat mengikuti serdos dengan ketentuan:
– (1) telah berusia 60 tahun dan mempunyai pengalaman 30 tahun sebagai dosen atau mempunyai jabatan akademik lektor kepala dengan gol IV/c atau memenuhi angka kredit jabatan fungsional dosen setara dengan Lektor Kepala dengan gol IV C ( AK 700 dan Gol IV/c)
– (2) Memenuhi kriteria b s/d f diatas.
Perhitungan masa kerja :
a. Untuk PNS dosen dan DPK Kopertis dihitung dari SK CPNS Dosen sampai 01 April tahun pelaksanaan Serdos
b. Untuk PNS non dosen yang alih fungsi jadi dosen dihitung dari SK Mutasi jadi dosen sampai 01 April tahun pelaksanaan Serdos
c. Untuk dosen tetap yayasan dihitung dari masa kerja yang diakui/tercantum di SK inpassing pangkat sampai 01 April tahun pelaksanaan Serdos
Masa laku Sertifikat Pendidik terdapat di:
PP dosen pasal 7
Permendiknas no. 47 tahun 2009 pasal 11
Isinya:
Sertifikat Pendidik berlaku bagi dosen selama yang bersangkutan masih bertugas sebagai dosen (jadi mutasi tidak meniadakan Sertifikat Pendidik)
Manfaat/Tujuan Serdos:
a. Meningkatkan kreatifitas dan kualitas kinerja dosen
b. Mewujudkan quality assurance (penjamin mutu) dosen Indonesia
b. Meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia
d. Melalui serdos dosen berkesempatan memperoleh tunjangan dosen sehingga terbantu memiliki pendapatan yang lebih bagus dan kesejahteraan yang lebih baik.
Kesimpulan:
WELL EDUCATED+HIGHLY PERFORMANCE+WELL PAID = QUALITY ASSURANCE

– See more at: http://www.kopertis12.or.id/2011/05/08/jabatan-akademik-dosen-dan-wajib-serdos.html#sthash.up5Y4b2R.dpuf

Penelitian Dosen

Diumumkan kepada seluruh dosen dilingkungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo bahwa proposal penelitian Dosen dimasukkan paling lambat tanggal 1 maret 2015

Yudisium Perdana FST Tahun 2015

Tanggal 16 Januari 2015 telah dilaksanakan Yudisium Fakultas Hukum Program Studi Sistem Informasi dan Geografi.

Daftar Mahasiswa Dengan IPK tertinggi dari Program Studi Sistem Informasi

1. Moh. Faridz Saleh (Semester 1)

2. Herman (Semester 3)

3. Ramla Lamanta (Semester 5)

4. Firmansyah Soleman (Semester 7)

Mahasiswa dengan IPK tertinggi dari Program Studi Geografi

1. Effendi Moh. Nur (Semester 1)

Piagam Penghargaan Diserahkan oleh Wakil Dekan FST

Jpeg Jpeg Jpeg

 

 

Alamat

Fakultas Sains & Teknologi
Jl. Prof. Dr. H. Mansoer Pateda Desa Pentadio Timur Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo

fst@umgo.ac.id
0435-881136
UM Gorontalo